Senin, 05 Oktober 2020

Apa Hubungannya Softskill Dengan Pengantar Bisnis?

    Sebagian orang pasti ada yang belum mengetahui tentang Softskill, dan pasti juga mereka akan bertanya-tanya. Apakah Softskill sangat penting bagi kehidupan manusia? Dan apakah Softskill juga akan dibutuhkan di dunia kerja? Dan apakah ada hubungannya antara Softskill dengan Pengantar Bisnis? Oke, untuk kesempatan kali ini saya akan membahas tentang seberapa pentingnya sih Softskill bagi kehidupan manusia dan dunia kerja.

    PENGERTIAN SOFTSKILL 

    Softskill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang dimiliki oleh setiap diri manusia. Dimana keterampilan ini tidak dapat diukur atau dilihat. Kemampuan ini juga ada kaitannya dengan kecerdasan emosional (Emotional Intelligence), sifat kepribadian (Personality Traits), keterampilan sosial (Social Skills), komunikasi (Communication), etika (Ethics), tingkah laku (Behavior), keramahan (Friendliness), dan optimisme. Dimana hal tersebut merupakan sebuah ciri khas seseorang dalam berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain.

Mengenal Softskill

    Untuk saat ini peran Softskill juga sangat dibutuhkan di dunia kerja, mengapa? Karena di dalam dunia kerja percaya bahwa Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkualitas adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran di suatu bidang saja (Hardskill) tapi juga dalam keterampilan atau kemampuan didalam diri kita sendiri. Di dalam dunia pendidikan pun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian Harvard University, Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis saja (Hardskill), tetapi lebih di kemampuan mengelola diri (Softskill). Penelitian ini juga mengungkapkan, kesuksesan hanya di tentukan 20% oleh Hardskill dan 80% oleh Softskill.

    Berikut beberapa manfaat Softskill:

  1. Mempunyai banyak relasi.
  2. Membantu mencapai kejenjang karier.
  3. Mengendalikan mood atau perasaan.
  4. Berhubungan baik dengan orangl lain.
  5. Menggunakan kemampuan memecahkan masalah.
  6. Kestabilan emosi dan kesehatan.
  7. Mengembangkan otak kanan.

    Berikut jenis-jenis Softskill:

  1. Kepemimpinan (Leadership).
  2. Kemampuan berkomunikasi (Communication skill).
  3. Berfikir kritis.
  4. Berperilaku baik.
  5. Etos kerja.
  6. Kerja tim (Team work). 

    Namun pada kenyataannya Softskill juga tidak akan berjalan sempurna apabila tidak dibarengi oleh Hardskill, begitu pun sebaliknya. Hardskill sendiri memiliki arti yang berbeda dengan Softskill. Hardskill adalah kemampuan yang dapat dipelajari dan diperoleh juga ditingkatkan melalui latihan, pengulangan, dan pendidikan. Hardskill juga merupakan bagian dari rangkaian keterampilan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan, yang dapat diperoleh melalui program pendidkan dan pelatihan khusus.

    Berikut beberapa contoh Hardskill:

  1. Kemampuan mengoperasikan komputer.
  2. Desain web. 
  3. Menulis.
  4. Kemampuan berbahasa asing.
  5. Kemampuan perakitan produk.    
    Contoh lain dari Hardskill yang sering kita dengar adalah dalam berbisnis. Bisnis merupakan golongan dari Hardskill karena di dalam berbisnis kita dituntut untuk memiliki sebuah kemampuan atau keterampilan khusus, dimana keterampilan tersebut akan membawa kesuksesan bagi perusahaan tersebut.

    PENGERTIAN BISNIS

     Pengertian Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun organisasi yang melibatkan proses pembuatan, pembelian, penjualan, atau pertukaran barang maupun jasa dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.Istilah bisnis berasal dari bahasa Inggris, yaitu “business” yang artinya “kesibukan”. Kesibukan ini bertujuan untuk melakukan aktivitas dalam rangka mendapatkan laba. 

 


    Fungsi Bisnis:

  1. Fungsi Produksi, yaitu fungsi bisnis dalam menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
  2. Fungsi Distribusi, yaitu fungsi bisnis untuk mendistribusikan barang atau jasa ke lokasi terdekat yang dapat dijangkau atau diidentifikasi konsumennya.
  3. Fungsi Penjualan, yaitu fungsi bisnis ketika perusahaan melakukan penjualan barang atau jasa yang dihasilkannya kepada para pengguna atau konsumen yang membutuhkan.
  4. Fungsi Pemasaran, yaitu fungsi bisnis yang berkaitan dengan penyimpanan dan pemasaran sehingga barang yang pada suatu waktu kurang bermanfaat akan dipasarkan di waktu yang lain ketika barang tersebut berguna bagi konsumen.
    Tujuan Bisnis:
  • Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
  • Meningkatkan kesejahteraan pemilik bisnis dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
  • Menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat umum.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
  • Menunjukkan prestise dan kinerja.
  • Menunjukkan eksistensi sebuah perusahaan dalam jangka panjang.
    Konsep Bisnis:
  1. Strategi Inti (core strategy), yaitu visi dan misi bisnis, meliputi hal yang diharapkan dari bisnis yang bersifat ideal.
  2. Sumber Daya Strategis (strategic resources) yang terdiri dari kompetensi inti, aset strategis, dan proses utama.
  3. Perantara Pelanggan (customer interface), yaitu dukungan dan pemenuhan, informasi yang mendalam, dinamika hubungan, dan struktur harga.
  4. Jaringan Nilai (value network), yaitu jaringan nilai yang ada di sekitar perusahaan sehingga memperkuat dan melengkapi sumber daya yang dimiliki perusahaan.
    Jenis-jenis bisnis:
      Bisnis dapat dibedakan dalam dua kelompok besar, yaitu bisnis berdasarkan jenis aktivitasnya dan berdasarkan kegunaannya.
 
      1. Jenis Bisnis Berdasarkan Aktivitasnya 
  • Bisnis Ekstraktif
  • Bisnis Agraris
  • Bisnis Industri
  • Bisnis Jasa 
      2. Jenis Bisnis Berdasarkan Kegunaannya
 
      Terdapat empat jenis bisnis yang dibedakan berdasarkan kegunaannya, yaitu bisnis yang memiliki kegunaan bentuk, tempat, waktu, dan pemilikan.

a. Kegunaan Bentuk (Form Utility)
    Bisnis yang memiliki kegunaan bentuk adalah usaha yang aktivitasnya berupa proses mengubah suatu benda menjadi benda lain yang memiliki bentuk berbeda dan lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia.

b. Kegunaan Tempat (Place Utility)
    Bisnis dengan kegunaan tempat adalah memiliki aktivitas usaha memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lain yang memiliki manfaat lebih besar.

c. Kegunaan Waktu (Time Utility)
    Bisnis dengan kegunaan waktu memiliki aktivitas utama yang berkaitan dengan penyimpanan barang. Dengan penyimpanan, barang yang kurang bermanfaat dapat disimpan untuk dikeluarkan ketika barang tersebut sudah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

d. Kegunaan Pemilikan (Possession Utility)
    Bisnis jenis yang keempat ini bergerak dalam bidang tertentu yang bertujuan untuk membuat atau memenuhi kegunaan pemilikan atas suatu barang/jasa.

    Manfaat Bisnis:

  1. Dapat menambah pengalaman serta wawasa..
  2. Dapat menambah percaya diri.
  3. Memiliki masa depan yang baik.    
  4. Mendapat pengakuan dan penghargaan.
 
Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SIMBOL-SIMBOL FLOWCHART

  Berikut beberapa simbol-simbol Flowchart yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : 1. Flow Direction Symbols. Simbol ini digunakan untuk ...